Misteri Kerajaan Sriwijaya Kuno Terkuak!

Membahas Misteri Kerajaan Sriwijaya Kuno Terkuak! agar kita paham Misteri Kerajaan Sriwijaya Kuno Terkuak! hal ini

Misteri sejarah Kerajaan Sriwijaya di Palembang semakin terkuak dengan ditemukannya sisa bangunan Kerajaan Sriwijaya dan pecahan barang kuno yang berumur ratusan tahun. Situs sejarah ini ditemukan di pusat wisata heritage Taman Bukit Siguntang (TBS) Palembang.

Sisa bangunan dan barang kuno tersebut ditemukan setelah diadakan penggalian di salah satu lahan TBS Palembang. Dari penggalian seluas 6 meter lahan tanah, ternyata ditemukan bekas bangunan menggunakan batu bata besar yang tertimbun tanah di kedalaman 35 meter.

Diungkapkan Retno Purwanti, Ketua Pelaksana Penggalian Situs, Badan Arkeologi Palembang, penemuan ini diawali saat petugas TBS Palembang menggali tanah saat membuat MCK dan tidak sengaja menemukan banyaknya batu bata yang berukuran besar.

�Awalnya batu bata tersebut dibuang saja oleh petugas TBS Palembang. Tapi ada salah satu petugas yang tahu bahwa batu bata tersebut merupakan batu yang berbeda dari biasanya. Temuan tersebut langsung dilaporkan ke kita dan langsung dilakukan penggalian. Ternyata benar, disini ada bekas bangunan bersejarah yang sudah tertimbun,� katanya kepada liputan6.com, saat ditemui di lokasi penggalian Taman Bukit Siguntang (TBS) Palembang.

Dari bentuk struktur bangunan, kemungkinan bangunan tersebut merupakan rumah ibadah Wihara di sekitar Kerajaan Sriwijaya. Karena saat Kerajaan Sriwijaya berkuasa, mayoritas warganya menganut agama Buddha. Penggalian yang dilakukan dari hari Selasa (7/10/2014) hingga Sabtu (11/10/2014) ini juga menemukan pecahan barang-barang antik lainnya, yaitu pecahan keramik, kaca, manik-manik dan gerabah. Kemungkinan, pecahan barang ini berasal dari Dinasti Song di abad 10 yang digunakan di zaman Kerajaan Sriwijaya.

Ada 12 peneliti dan teknisi yang dikerahkan untuk mengumpulkan peninggalan situs ini. Bahkan, mereka menggandeng para civitas kampus bidang Ilmu Sejarah untuk membantu penggalian dan pengumpulan situs bersejarah ini. Hasil temuan tersebut akan dibawa ke kantornya untuk diteliti lebih lanjut mengenai usia pecahan barang antik dan jenisnya apa.

Setelah pengumpulan barang temuan selesai, lokasi di areal penggalian akan ditutup sementara dan akan digali kembali pada tahun depan. Karena pihaknya menilai akan banyak lagi temuan yang bisa dikumpulkan di lokasi yang dipercaya merupakan pusat Kerajaan Sriwijaya ini.

�Mungkin sampai Sabtu siang ini saja kita lakukan penggalian. Karena dananya kurang untuk tahun ini. Rencana dilanjutkan tahun depan. Sebenarnya di TBS ini banyak yang bisa ditemukan, tapi kita masih terbentur dana penelitian,� paparnya.

Ditambahkan Kemas A.R. Panji, Tim Penggalian Situs dan Dosen FKIP Ilmu Sejarah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fattah Palembang, struktur batu bata di sisa bangunan tersebut terlihat lebih lebar dan pipih. Sehingga hal itulah yang membuat para peneliti yakin bahwa bangunan tersebut merupakan peninggalan sejarah.

�Kalau kita perhatikan, memang beda dari lebar dan komponen batu batanya. Lebih lebar dan pipih, sedangkan batu bata sekarang segi empat dan tidak lebar. Struktur bangunannya juga kemungkinan tempat ibadah, bisa juga seperti kolam. Kita belum tahu dan masih akan diteliti lagi,� ucapnya.

Sebelumnya, sudah banyak peninggalan bersejarah lainnya yang ditemukan di TBS Palembang, diantaranya patung arca, batu, perunggu dan stupa. Temuan yang utuh disumbangkan ke Museum Bala Putra Dewa Palembang.
Demikian artikel tentang Misteri Kerajaan Sriwijaya Kuno Terkuak! yang dapat kami sampaikan semoga artikel Misteri Kerajaan Sriwijaya Kuno Terkuak! ini, berkenan dan bermanfaat.

Beginilah Wajah Firaun

Membahas Beginilah Wajah Firaun agar kita paham Beginilah Wajah Firaun hal ini

Sebuah foto milik kantor berita Associated Press (AP) dan Agence France-Presse (AFP) memperlihatkan prakiraan wajah Firaun Tutankhamun. Tutankhamun ialah seorang maharaja/firaun muda yang terkenal pada zaman kerajaan Mesir kuno. Dia memerintah dari 1333 SM � 1323 SM dalam Dinasti XVIII yang juga dikenali sebagai Kerajaan Amarna.

Tutankhamun terkenal pada abad XX saat makamnya di Lembah Raja-raja ditemukan oleh Howard Carter. Anehnya mumi/mayatnya tidak pernah dirompak oleh pencari harta karun. Kebanyakan makam firaun lain yang terletak di lembah raja-raja pernah disamun perompak setelah beribu-ribu tahun.

Tutankhamun menjadi firaun Mesir ketika berusia sembilan tahun. Dalam tempo 10 tahun memerintah, Tutankhamun banyak membangun kuil-kuil yang baru untuk menyembah dewa-dewa Mesir Purba, terutamanya Amun-Ra. Namun, Tutankhamun mangkat ketika berusia 19 tahun.

Pada 18 Februari 2010, kajian genetik DNA mendapati Raja Tutankhamun mati akibat penyakit malaria yaitu sejenis penyakit tropika yang dibawa oleh nyamuk. Laporan itu disiarkan oleh Journal of American Medical Association. Kajian itu dilakukan oleh saintis Jerman dan Mesir.

Tubuh Tuthankhamun lemah kerana ia adalah anak dari hasil hubungan incest. Firaun muda ini sangat lemah dan menderita pelbagai penyakit dan mungkin berjalan dengan tongkat kerana kakinya tidak sempurna.
Demikian artikel tentang Beginilah Wajah Firaun yang dapat kami sampaikan semoga artikel Beginilah Wajah Firaun ini, berkenan dan bermanfaat.

Kingkong Setinggi 3 Meter Pernah Hidup Di Jawa

Membahas Kingkong Setinggi 3 Meter Pernah Hidup Di Jawa agar kita paham Kingkong Setinggi 3 Meter Pernah Hidup Di Jawa hal ini

Fosil pertama kera raksasa purba di Indonesia ditemukan di situs Semedo, Tegal, Jawa Tengah. Penemuan tersebut memberi petunjuk bahwa kera raksasa purba atau kingkong pernah hidup di Indonesia, khususnya tanah Jawa.

�Ini ditemukan oleh warga pada bulan Juli lalu. Kita berhasil mengonfirmasi bahwa ini milik kera raksasa Jawa,� ungkap Siswanto, Kepala Balai Arkeologi Yogyakarta, seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Fosil yang ditemukan berupa tulang rahang bawah. Awalnya, fosil itu diduga milik manusia. Akan tetapi, saat menganalisis ukuran dua gigi geraham yang besar, pihak Balai Arkeologi Yogyakarta meyakini bahwa fosil tersebut bukan milik manusia, melainkan kera raksasa.


Temuan ini mencengangkan sebab selama ini Gigantopithecus atau kera raksasa yang ukurannya mencapai 3 meter dipercaya hanya tersebar di Tiongkok, Asia Selatan, dan wilayah Vietnam yang dekat dengan Tiongkok.

�Ini temuan pertama di Indonesia,� kata Siswanto. Dia menambahkan, kera raksasa yang ditemukan di Semedo berbeda dengan di Asia Selatan dan Tiongkok. �Kalau di India, misalnya, ukurannya lebih kecil,� imbuhnya.

Ada beragam jenis Gigantopithecus yang tersebar di dunia, antara lain G giganteus, G bilaspurensis, dan G blacki. Jenis yang fosilnya dijumpai di Semedo adalah G blacki.



Tulang Gigantopithecus ini ditemukan pada lapisan tanah dengan umur geologi mencapai satu juta tahun lalu. Lokasi penemuan ini mendukung gagasan bahwa kera raksasa pernah menyebar hingga ke Indonesia.

Jutaan tahun lalu, daratan Asia dan wilayah Jawa, Sumatera, serta Kalimantan masih tergabung dalam satu pulau raksasa. Kondisi tersebut memungkinkan hewan darat seperti kera raksasa menyebar hingga ke Tanah Air.

Siswanto mengutarakan, kera raksasa purba menghuni Jawa pada masa pleistosen hingga lebih kurang 200.000 tahun lalu. Setelahnya, spesies tersebut punah, diduga akibat perubahan iklim.

�Ada perubahan iklim mendadak dari ekstrem dingin menjadi kering. Kera raksasa dengan ukurannya yang besar tidak mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan sehingga akhirnya punah,� ujar Siswanto.

Siswanto percaya, kera raksasa tidak hanya bisa dijumpai di Jawa, tetapi juga Sumatera dan Kalimantan. Hanya, kondisi pengendapan di Sumatera dan Kalimantan mungkin tidak mendukung terawetkannya tulang sehingga fosil tak ditemukan.
Demikian artikel tentang Kingkong Setinggi 3 Meter Pernah Hidup Di Jawa yang dapat kami sampaikan semoga artikel Kingkong Setinggi 3 Meter Pernah Hidup Di Jawa ini, berkenan dan bermanfaat.

Kisah Lembah 10.000 Asap

Membahas Kisah Lembah 10.000 Asap agar kita paham Kisah Lembah 10.000 Asap hal ini

Pada tanggal 6 Juni 1912, setelah lima hari usai gempa besar di Semenanjung Alaska, salah satu letusan paling besar di abad ke-20 terjadi dari formasi geologi yang tidak diketahui sebelumnya, yang disebut Novarupta, bahasa Latin untuk �letusan baru�.

Selama 60 jam, letusan mengirim abu dan batu apung (pumice) ke langit setinggi 30 km dan membuat langit di atas sebagian besar belahan bumi utara menjadi gelap. Material yang dikeluarkan menghujani kembali ke lembah itu, mengubur wilayah seluas 100 km persegi dengan abu dan aliran piroklastik hingga 200 meter. Abu juga menghujani pulau Kodiak yang jauhnya 185 km hingga setinggi 2 kaki, dan asapnya menghasilkan hujan asam sejauh 600 km. Abunya juga menghalangi sekitar 10 persen dari panas matahari selama musim panas 1912.

Empat tahun kemudian, ketika National Geographic Society mengirim Robert F. Griggs untuk cerita sampul, ia menemukan lembah dipenuhi oleh uap panas yang keluar dari ribuan celah dan retakan di tanah. Pemandangan yang luar biasa itu mendorongnya untuk memberi nama lembah tersebut dengan nama �Lembah Sepuluh Ribu Asap�.



Griggs Memasak diatas celah yang mengeluarkan uap panas di Lembah 10.000 Asap tahun 1916

Sekarang seratus tahun kemudian, sebagian besar fumarol punah dan lembah tidak lagi penuh dengan asap, tetapi tanda-tanda aktivitas vulkanik masih terlihat di bukit di dekatnya. Wilayah ini telah begitu �terluka� sehingga pada tahun 1960, digunakan dalam pelatihan astronot AS untuk pendaratan di bulan. Novarupta sendiri adalah benjolan di lantai lembah yang menjulang setinggi 65 meter di atas permukaan. Ketika penjelajah pertama kali memasuki lembah, ini adalah salah satu daerah terpanas dan kubah masih berembus uap hangat.

Kubah Lava Novarupta Saat Ini. Kubah ini mirip dengan kubah gunung kelud sebelum meletus bulan februari 2014 yang lalu.
Selama letusan sejumlah besar magma terkuras dari ruang magma di bawah mengakibatkan runtuhnya puncak gunung berapi lain � Gunung Katmai, sekitar 10 km jauhnya dari Novarupta. Keruntuhan tersebut menghasilkan kawah berdiameter sekitar dua mil diameter dan sedalam lebih dari 800 kaki. Peneliti awal mengasumsikan bahwa Katmai lah yang bertanggung jawab atas letusan. Tapi sumber sebenarnya dari letusan (kubah novarupta) baru ditemukan pada tahun 1950-an.


Hari ini Anda dapat mengambil perjalanan dari Brooks Camp ke Lembah Sepuluh Ribu Asap, di mana sungai Ukak mengalir dan anak-anak sungainya telah memotong ngarai-ngarai dalam di akumulasi abu. Wilayah ini masih belum pulih dan tanaman telah mulai tumbuh di dasar lembah. Lembah ini belum mampu menunjang kehidupan hewan, tapi rusa dan beruang dapat menyeberang dari waktu ke waktu.

Dibawah ini adalah Foto-Foto dari Lembah 10.000 Asap (berwarna keputihan)



Katmai National Park and Preserve, Alaska. Penampang aliran abu Juni 1912 terpapar oleh Sungai Lethe di Lembah Ten Thousand Smokes
Demikian artikel tentang Kisah Lembah 10.000 Asap yang dapat kami sampaikan semoga artikel Kisah Lembah 10.000 Asap ini, berkenan dan bermanfaat.

Logam Dari Atlantis Yang Terkuak

Membahas Logam Dari Atlantis Yang Terkuak agar kita paham Logam Dari Atlantis Yang Terkuak hal ini

Sebuah tim arkeolog laut telah menemukan beberapa lusin ingot (batangan logam cor) tersebar di dasar laut berpasir dekat kapal yang karam 2.600 tahun lalu di lepas pantai Sisilia. Ingot dibuat dari orichalcum, logam cor langka yang menurut filsuf Yunani kuno, Plato, berasal dari kota legendaris Atlantis.

Seperti yang dikutip dari versesofuniverse.blogspot.com, Sebanyak 39 ingot ditemukan dekat dengan kapal karam yang ditemukan pada tahun 1988 berbaring di perairan dangkal sedalam sekitar 300 meter di lepas pantai Gela di Sisilia.

Sebastiano Tusa, pengawas kelautan Sisilia, mengatakan kepada Discovery News bahwa ingot-ingot berharga tersebut mungkin dibawa ke Sisilia dari Yunani atau Asia Kecil.

Kapal karam 2.600 tahun ditemukan di lepas pantai Sisilia
Tusa mengatakan bahwa penemuan ingot orichalcum, yang telah lama dianggap sebagai logam misterius, sangat penting karena �tidak ada yang serupa itu yang pernah ditemukan.� Dia menambahkan, �Kita tahu orichalcum dari teks-teks kuno dan beberapa ornament.�

Nama orichalcum berasal dari kata oreikhalkos Yunani, yang secara harfiah berarti �tembaga gunung� atau �gunung tembaga�. Menurut Critias, dialogue yang ditulis Plato sekitar 360 SM, orichalucum dianggap logam mulia kedua setelah emas, dan banyak ditemukan dan ditambang di banyak bagian dari wilayah Atlantis di zaman kuno.

Plato menulis bahwa, tiga dinding luar kuil Poseidon dan Cleito di Atlantis, dilapisi dengan kuningan, timah, dan yang ketiga, yang meliputi seluruh benteng, adalah orichalcum yang berwarna merah. Dinding interior, pilar dan lantai kui benar-benar tertutup dalam orichalcum, dan atap berhiaskan emas, perak, dan orichalcum. Di tengah-tengah kuil berdiri pilar orichalcum, di mana hukum Poseidon dan catatan dari pangeran putra pertama dari Poseidon tertulis.

Selama berabad-abad, komposisi logam dari orichalcum menjadi perdebatan para ahli. Menurut Yunani kuno, orichalcum diciptakan oleh Cadmus, tokoh mitologi Yunani-Fenisia. Cadmus adalah pendiri dan raja pertama dari Thebes, dan acropolis awalnya bernama Cadmeia untuk menghormatinya.

Cadmus, sosok mitologi Yunani yang dikatakan telah menciptakan orichalcum
Beberapa ahli sebelumnya menganggap Orichalcum sebagai paduan dari emas-tembaga, beberapa lainnya menganggap paduan dari timah-tembaga, atau tembaga-seng-kuningan, atau logam yang tidak lagi dikenal. Namun, dalam Vergil Aeneid disebutkan bahwa pelindung dada Turnus terbuat dari �emas dan orachalc putih� dan karenanya ada yang menganggap bahwa itu adalah paduan emas dan perak, meskipun tidak diketahui secara pasti apa orichalcum itu.

Pelindung dada Turnus dikatakan dibuat dari emas putih �orachalc� Lukisan Pertempuran antara Aeneas dan Raja Turnus �oleh Giacomo del Po, Italia, Naples, 1652-1726.
Orichalcum juga disebutkan dalam Antiquities of the Jews (abad ke-1 Masehi) � Buku VIII, sect. 88 oleh Josephus, yang menyatakan bahwa bejana di Kuil Sulaiman terbuat dari orichalcum (atau perunggu itu seperti emas dalam keindahan).

Hari ini, komposisi Orichalcum yang sebelumnya telah banyak diperdebatkan, telah diketahui sebagai paduan seperti kuningan. Kuningan terbuat dari tembaga dan seng. Dan Orichalcum diduga dibuat melalui proses yang disebut sementasi, yang mereaksikan bijih seng yang mengandung karbon dan tembaga dalam sebuah wadah.

Fluoresensi X-ray dari ingot yang ditemukan di lepas pantai Gela menunjukkan mereka terbuat dari 75-80 persen tembaga, 15-20 persen seng dan sejumlah kecil nikel, timah dan besi.

Penemuan terbaru dari ingot orichalcum yang teronggok selama hampir tiga ribu tahun di dasar laut akhirnya dapat mengungkap misteri komposisi logam misterius ini.
Demikian artikel tentang Logam Dari Atlantis Yang Terkuak yang dapat kami sampaikan semoga artikel Logam Dari Atlantis Yang Terkuak ini, berkenan dan bermanfaat.

Cara Yang Digunakan Ilmuwan Untuk Menghidupkan Orang Mati

Membahas Cara Yang Digunakan Ilmuwan Untuk Menghidupkan Orang Mati agar kita paham Cara Yang Digunakan Ilmuwan Untuk Menghidupkan Orang Mati hal ini


Para ilmuwan memiliki gagasan tentang cara untuk menyadarkan seseorang yang sudah dinyatakan meninggal. Gagasan tersebut dibahas dalam pertemuan New York Academy of Science, menghadirkan Dr Sam Parnia dari State University of New York di Stony Brook, Stephan Meyer dari Columbia University, dan Lance Becker dari University of Pennsylvania.

Dalam pertemuan itu dibahas bahwa kunci penyadaran kembali atau resusitasi pada orang yang baru saja meninggal itu ialah proses hipotermia atau pendinginan tubuh dan pengurangan suplai oksigen.

Gagasan ilmuwan didasarkan pada pandangan baru tentang kematian. Sebelumnya, kematian didefinisikan sebagai saat di mana jantung sudah berhenti berdetak dan paru-paru berhenti bekerja sehingga individu tidak bernapas.

Dalam pandangan baru, kematian tidak dianggap sebagai peristiwa yang terjadi secara serentak di semua bagian tubuh, tetapi sebagai proses bertahap. Saat detak jantung dan napas individu terhenti, sel individu sebenarnya masih hidup.

Kematian total, kiranya bisa dikatakan demikian, baru terjadi ketika sel-sel otak kekurangan oksigen, akibat terhentinya jantung dan napas, sehingga rusak dan mengirim sinyal bagi sel-sel lain menjelang saat kematian.

Dalam gagasan ilmuwan, ada jeda antara henti jantung dan napas dengan kematian total. Jeda itu yang kemudian dimanfaatkan untuk melakukan tindakan sehingga orang yang sebelumnya dinyatakan telah mati bisa sadar kembali.

Proses tersebut harus dilakukan secara hati-hati. Salah satu perhatiannya, upaya menyadarkan orang yang telah meninggal harus tidak mengakibatkan kerusakan otak akibat jantung yang berhenti menyuplai oksigen.

Diberitakan Huffington Post, kunci penyadaran kembali tanpa merusak jaringan otak salah satunya adalah hipotermia, yakni tubuh didinginkan beberapa derajat lebih rendah daripada suhu normalnya 37 derajat celsius.

Berdasarkan studi, hipotermia bisa mencegah kerusakan sel otak dengan menurunkan permintaan oksigennya. Namun, ini tetap ada batasannya. Ada momen ketika kerusakan memang sudah terlalu besar sehingga tak bisa dikembalikan.

Kemudian, setelah prosedur hipotermia dan jantung bekerja, kunci lainnya adalah menjaga suplai oksigen. Suplai oksigen yang tiba-tiba besar justru akan berdampak negatif karena akan merusak jaringan otak.



Hipotermia terbukti membantu prosedur resusitasi. Namun, bahkan di Amerika Serikat, tak semua rumah sakit menerapkan prosedur hipotermia. Hal ini menjadi keterbatasan untuk mengupayakan resusitasi yang berhasil.

Tentang suplai oksigen, Parnia menuturkan, suplai harus diatur dengan mesin agar jumlah oksigen yang dialirkan sesuai yang dibutuhkan.

Penyadaran kembali orang yang telah meninggal ini menimbulkan pertanyaan etis. Pasalnya, upaya menyadarkan kembali orang yang telah berjam-jam mengalami henti jantung berisiko pada kerusakan otak. Siapa yang kemudian bertanggung jawab melakukan proses resusitasi lebih komprehensif?

Mayer mengungkapkan, keterbatasan saat ini adalah pengetahuan tentang kerusakan otak. Ilmuwan belum mengetahui seberapa lama kerusakan bertahan dan apakah bisa dikembalikan ke kondisi semula.

Mayer mengungkapkan, masih perlu pembelajaran lebih lanjut. Namun, ia mengatakan bahwa ilmuwan juga tak bisa begitu saja mengatakan bahwa kerusakan otak tak bisa dikembalikan.

Sementara, Becker menuturkan, upaya penyadaran tidak selalu bisa dilakukan di setiap kasus. Namun, sekali dokter memutuskan, dokter harus menerapkan semua metode yang mungkin bisa dilakukan.
Demikian artikel tentang Cara Yang Digunakan Ilmuwan Untuk Menghidupkan Orang Mati yang dapat kami sampaikan semoga artikel Cara Yang Digunakan Ilmuwan Untuk Menghidupkan Orang Mati ini, berkenan dan bermanfaat.

Bahan Kimia Dalam Kolam Renang Lebih Berbahaya Dibandingkan Air Seni

Membahas Bahan Kimia Dalam Kolam Renang Lebih Berbahaya Dibandingkan Air Seni agar kita paham Bahan Kimia Dalam Kolam Renang Lebih Berbahaya Dibandingkan Air Seni hal ini


Sebuah penelitian baru menemukan bahwa air seni tidak lebih membahayakan dibanding bahan kimia yang terkandung dalam kolam renang. Bahan kimia ini memiliki potensi untuk diserap oleh perenang sehingga membahayakan kesehatannya.

Sementara penelitian terdahulu menunjukkan bahwa klorin yang bercampur dengan air seni dapat membentuk bahan kimia yang membahayakan, studi yang dilakukan oleh Purdue University, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa klorin yang bercampur dengan produk perawatan tubuh bisa menciptakan efek yang sama,

Menggunakan teknik yang dikembangkan oleh profesor Ching-Hua Huang, dari Georgia Institute of Technology, studi dilakukan dengan mengidentifikasi dan menghitung jumlah kandungan bahan kimia dan produk perawatan dari sampel air yang diambil dari berbagai kolam renang indoor di Amerika Serikat.

Para peneliti menemukan terdapat 32 bahan kimia yang terinvestiga dengan 3 bahan yang paling sering ditemukan adalah Deet (semacam pengusir serangga), Caffeine, dan tri(2-chloroethyl)-phosphate (TCEP).

�Para perenang terpapar bahan kimia dengan tiga cara, yaitu saat menarik napas, menyelam, atau melalui kulit mereka,� Kata Ernest Blatchley, profesor dari Divisi Lingkungan dan Teknik Ekologi.
Demikian artikel tentang Bahan Kimia Dalam Kolam Renang Lebih Berbahaya Dibandingkan Air Seni yang dapat kami sampaikan semoga artikel Bahan Kimia Dalam Kolam Renang Lebih Berbahaya Dibandingkan Air Seni ini, berkenan dan bermanfaat.